jump to navigation

Bagaimana Menulis Buku ? April 22, 2008

Posted by lenijuwita in Book, peluang usaha, Write&Publish.
Tags: ,
trackback

Oleh Hendra Setiawan
Penulis 16 buku. 100.000 bukunya sudah terjual.
Pemilik Penerbit Jabal Bandung

Selain ditanya mengenai dunia penerbitan, saya sering juga ditanya mengenai dunia penulisan. Orang-orang bertanya, mungkin karena saya sudah menulis 16 buku dan sudah terjual 100 ribu buku. Sejujurnya saya tidak menganggap diri saya sebagai penulis yang hebat. Saya bisa dianggap kelas bulu ringan. Saya tidak selancar para penulis lainnya. Para penulis yang sejati sangat mudah menulis. Tidak perlu menunggu mod. Tidak perlu menunggu perasaan hati yang enak. Kalau saya tidak. Saya tidak lancar menulis. Saya menulis masih kaku. Sebenarnya yang layak disebut penulis adalah adik saya Chandra. Beliau mampu menulis banyak hal di berbagai kesempatan.

Tetapi walaupun berat mengapa saya tetap menulis? itu adalah pertanyaan lain. Kalau itu saya bisa menjawabnya.

Saya menulis karena ingin tercatat dalam sejarah dan ya mudah-mudahan mendapat pahala. Menurut ilmuwan sejarah, pembeda antara zaman sejarah dengan zaman pra sejarah adalah dengan adanya tulisan. Bila suatu bangsa sudah mengenal tulisan berarti bangsa itu sudah masuk zaman sejarah. Kondisi suatu bangsa di jaman pra sejarah sulit untuk diketahui. Ilmuwan hanya mereka-reka dari peninggalan bangunan atau perkakas yang tersisa. Tidak diketahui, siapa saja yang hidup dimasa itu. Sebaliknya kondisi bangsa yang sudah masuk jaman sejarah lebih mudah diketahui. Ilmuwan bisa dengan mudah memperkirakan kondisi pada zaman itu dengan tulisan yang dibuat. Permulaan zaman sejarah setiap bangsa berbeda-beda. Cina dan Mesir termasuk bangsa yang zaman sejarahnya lebih awal daripada bangsa lain.

Hal itu bisa diterapkan untuk kita pribadi. Orang yang belum mempunyai karya tulis bisa dianggap masih dalam fase pra sejarah. Saya dan penulis lainnya karena sudah mempunyai karya tulis bisa dianggap sudah masuk fase jaman sejarah. Anda, kalau belum punya tulisan ya berarti orang pra sejarah. Generasi sesudah anda tidak mengetahui bahwa anda pernah ada. Orang yang mempunyai karya tulis, keberadaannya akan diketahui oleh generasi sesudahnya. Si penulis akan dikenang bahkan ribuan tahun setelah meninggal. Contohnya, al Ghazali, Ibnu Qoyyim, Imam Bukhari, Imam Muslim dan lainnya. Orang yang hidup sejaman dengan mereka jumlahnya banyak. Tapi hanya beberapa yang kita ketahui keberadaannya, karena ada karya tulis yang mereka tinggalkan. Jadi karena ingin tercatat dalam sejarahlah saya menulis.

Lalu bagaimana cara menulis itu ? Emha pernah ditanya hal itu. Dia menjawaban, teori menulis itu ada tiga. Pertama, menulis. Kedua, menulis. Ketiga, menulis. Ya intinya cara memulai tulisan, ya tinggal tulis saja. Amburadul biarkan saja, lama kelamaan akan terasah dan terampil. Mencontek gaya penulis lain biarkan saja. Lama kelamaan anda punya gaya sendiri.

Bagi saya teori menulis itu nomer yang ke dua puluh. Yang utama adalah tujuan. Bila tujuannya kuat, kesulitan apapun dalam menulis akan ditabrak. Ya seperti orang yang jatuh cinta. Lautan kan disebrangi, gunung kan didaki, lembah jurang kan di lalui. Hanya demi si belahan hati.

Bila anda ingin menulis. Tujuannya harus sangatlah kuat. Kalau tidak kuat, pasti putus ditengah jalan. Tentukan dulu tujuan anda menulis itu apa ? Misalnya untuk dapat pahala, untuk dapat uang, untuk terkenal, untuk tercatat dalam sejarah. Atau malah bisa dapat semuanya. Ya pahala dapat, uang dapat, terkenal dan tercatat dalam sejarah. Apapun tujuan anda menulis. Harus anda yakini tujuan itu sangat kuat.

Bagi seorang Muslim, mendapat pahala mungkin tujuan terkuat. Anda bisa mendapat pahala yang luar biasa banyak bila menulis yang mencerahkan. Misalnya saya sendiri. Buku yang saya tulis sudah terjual 100 ribu buku. Bila satu buku dibaca oleh lima orang. Berarti sudah 500 ribu orang yang membaca buku saya. Bila satu orang pembaca mempengaruhi lima orang lagi, berarti ada 2,5 juta orang yang terpengaruh dengan buku saya. Karena buku saya semuanya mengajak kebaikan, berarti ada 2,5 juta orang yang menyumbang pahala kepada saya. Karena setiap kita mengajak orang berbuat baik, kita mendapat pahala yang sama dengan pahala orang yang kita ajak itu. Tanpa mengurangi pahala orang yang kita ajak.

Bayangkan betapa banyak pahala yang bisa saya dapat. Bayangkan saya mendapat pahala kebaikan dari 2,5 juta orang. Insya Allah. Amin

Lalu setelah tujuan apa ? Apa lagi yang harus dilakukan ?
Supaya tidak kepanjangan, Insya Allah saya sambung minggu depan

http://penulismuda.multiply.com
http://penerbitjabal.multiply.com

 

 

Komentar»

1. sunny2008 - Mei 6, 2008

salam kenal mbak., semenjak saya ikut diklat jurnalistik di majalah kampus, entah ada apa ya hati ini ingin sekali menulis apa saya, sampe2 buku di perpustakaan mau saya tulis.
sebenarnya saya kepingin sekali punya karya misal buku yg bisa terbit, tapi nama saya belum dikenal oleh penerbit, gimna ya mbaaaaaaak. ada solusi gak. suwuuuuuuuuuuun
ini link-ku
http://www.212baca.wordpress.com

2. NoorAza - Agustus 27, 2008

saya baru sahaja ingin berjinak2 dengan dunia penulisan. Setelah menghadiri bengkel penulisan, saya masih lari keliru bagaimana untuk menghasilkan ayat yang bagus dan karya yang disukai ramai. Di mana harus saya bermula?

3. itha - April 12, 2011

mbak, sy suka benget menulis baik itu puisi dari kisah pribadi dan lain2 tapi tidak tau mau bawa kemana.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: