jump to navigation

Belanja Sampai Mati April 18, 2008

Posted by lenijuwita in Book, inspiring.
Tags: , ,
trackback

Iklan dan budaya konsumtif

Setiap hari hidup kita tidak pernah lepas dari iklan. Bayangkan saja, jika semenjak membuka dan menutup mata kita memakai produk yang muncul di media. Televisi boleh dibilang menjadi sebuah media yang paling efektif untuk mempengaruhi orang. Karena media tersebut memikat penonton dengan audio juga disertai dengan tampilan gambar. Iklan di media inipun juga semakin masif, tidak heran jika sebuah perusahaan berani untuk beriklan di televisi karena menurut mereka dengan beriklan di sana hasil penjualan mereka juga bertambah.

Tak heran beberapa usaha jasa Production house (PH) marak berkembang di kota besar. Mereka menawarkan jasa pembuatan iklan ke perusahaan. PH inilah yang mencoba berkreasi membuat sebuah gambar atau slogan agar produk yang mereka tawarkan seolah-olah menjadi sebuah kebutuhan primer. Missalkan saja pengarapan iklan sebuah produk kecantikan. Segmen pasar dan sasaran dari iklan tersebut adalah perempuan dan ibu rumah tangga. Karena merekalah yang setiap hari berhadapan dengan televisi selain itu mereka pula yang memakai produk tersebut. Iklan di media ini pun terkadang mencoba untuk menampakkan perbedaan sebelum dan sesudah memakai sebuah produk. Hal ini yang membuat perempuan dan ibu rumah tangga cenderung konsumtif.

Brand (image) yang dibuat sebuah perusahaan sesungguhnya untuk menarik calon pembeli dan juga untuk membuat dan menciptakan segmen pembeli. Sebut saja iklan sebuah perumahan atau apartemen yang saat ini selalu muncul di salah satu stasiun televisi. Disana si presenter dan si marketing mencoba memaparkan segala kemudahan dan fasilitas yang bisa di dapat disana. Selain itu juga memaparkan harga jika ingin memiliki aprtemen tersebut. Dari harga yang disebutkan dan juga para calon pemilik apartemen sudah bisa di tebak bahwa yang bisa memiliki apartemen tersebut merupakan orang yang punya uang lebih atau tidak semua lapisan kelas masyarakat bisa masuk.

Buku ini mencoba memaparkan betapa dahsatnya system yang dibangun dunia corporasi. Karena yang segmen dibidik untuk massif berbelanja sebenarya tidak lagi pada tingkatan perempuan dan ibu rumah tangga, namun sudah pada tataran pelajar. Bagaimana iklan sudah dengan bebas masuk di sekolah dan kampus-kampus. Bagimana mereka membuat jadwal untuk melakukan promo produk baru mereka dengan melakukan road show dan berusaha mengandeng ikon yang sedang digandrungi remaja.

Buku ini pun juga mengingatkan kita untuk terus waspada pada tawaran iklan. Karena dunia iklan merupakan dunia yang menciptakan kebutuhan konsumen, bukan kebutuhan yang diciptakan konsumen.

Hubungi: resistbook@gmail.com
Resum dari buku: Belanja Sampai Mati

Komentar»

1. amelia - November 9, 2008

salam dari yang punya blog belanja sampai mati

2. deritaty - Desember 6, 2008

lengkap-lengkap donk blog nya biar nggak susah lagi beli bukunya ,hehehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: