jump to navigation

Laskar Pelangi Oktober 4, 2007

Posted by lenijuwita in novel.
Tags: , , ,
trackback

Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong,
Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris
rubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup
karena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal.
Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-
satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah
murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah
pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu
mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. ”Mohon
agar anak saya bisa diterima. Sebab Sekolah Luar Biasa hanya ada di
Bangka,” mohon sang ibu. Semua gembira. Harun, nama anak itu,
menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau
sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.

Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam
novel dengan judul ‘Laskar Pelangi’ oleh Andrea Hirata, salah satu
dari sepuluh anak itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita
bagaimana semangat anak-anak kampung miskin itu belajar dalam segala
keterbatasan. Mereka bersekolah tanpa alas kaki, baju tanpa kancing,
atap sekolah yang bocor jika hujan, dan papan tulis yang berlubang
hingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama.

Kisah yang tadinya bukan untuk diterbitkan itu ternyata mampu
menginspirasi banyak orang. Seorang ibu di Bandung, misalnya,
mengirim surat ke Kick Andy. Isinya minta agar kisah tersebut
diangkat di Kick Andy karena anaknya yang membaca buku Laskar Pelangi
kini bertobat dan keluar dari jerat narkoba. ”Setiap malam saya
mendengar suara tangis dari kamar Niko anak saya. Setelah saya intip,
dia sedang membaca sebuah novel. Setelah itu, Niko berubah. Dia jadi
semangat untuk ikut rehabilitasi. Kini Niko berhasil berhenti sebagai
pecandu narkoba setelah membaca buku Laskar Pelangi,” ungkap
Windarti Kosasih, sang ibu.

Sementara Sisca yang hadir di Kick Andy mengaku setelah membaca novel
itu, terdorong untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang
selama ini rusak. Begitu juga Febi, salah satu pembaca, langsung
terinspirasi untuk membantu menyumbangkan buku untuk sekolah-sekolah
miskin di beberapa tempat. ”Saya kagum karena anak-anak yang
diceritakan di buku itu penuh semangat walau fasilitas di sekolah itu
jauh dari memadai,” ujar Febi yang juga datang ke Kick Andy untuk
bersaksi.

Andrea sendiri mengaku novel itu awalnya hanya merupakan catatan
kenangannya terhadap masa kecilnya di Belitong. Dia selalu teringat
sahabat-sahabatnya di masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh
Lintang merupakan murid yang cerdas dan penuh semangat walau hidup
dalam kemiskinan. Setiap hari Lintang harus mengayuh sepeda tua yang
saering putus rantainya ke sekolah. Pulang pergi sejauh 80 km. Bahkan
harus melewati sungai yang banyak buayanya.

Sayang, cita-cita Lintang untuk bisa sekolah ke luar negeri, seperti
yang sering didorong oleh guru mereka, terpaksa kandas. Lintang
bahkan tak tamat SMP karena orangtuanya yang nelayan tidak mampu
membiayai. ”Lintang adalah sosok yang menginspirasi saya. Karena
itu, saya bertekad meneruskan cita-cita Lintang,” ujar Andrea, yang
sekian puluh tahun kemudian berhasil mendapat beasiswa sekolah ke
Sorbonne, Prancis.

Tim Kick Andy yang mendatangi kampung tempat SD itu berdiri, di
Belitong, berhasil ‘menemukan’ beberapa dari tokoh anak-anak di dalam
novel tersebut. Mereka kini sudah dewasa. Namun kenangan tentang masa
kecil itu sangat kuat membekas. Terutama pada ibu guru Muslimah yang
sangat mereka cintai. ”Buku Laskar Pelangi memang saya persembahkan
untuk Ibu Mus yang sangat tabah dan pantang menyerah dalam mendidik
kami,” ujar Andrea.

Maka sungguh menarik menyaksikan bagaimana Kick Andy mempertemukan
Andrea dengan Ibu Guru Muslimah di studio Metro TV. Apalagi ketika Bu
Mus membawa barang-barang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi
Andrea dan teman-teman kecilnya dulu di kampung. Kenangan yang
diceritakan kembali oleh Andrea dengan jenaka. Juga termasuk darimana
Andrea mengambil nama yang dipakainya hingga sekarang ini.

Sungguh sebuah novel — yang diangkat dari kisah nyata — yang sangat
menggugah. Novel yang membuat siapa pun yang membaca akan merasa
bersalah dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup. Itu pula sebabnya
sutradara Riri Reza dan Produser Mira Lesmana tertarik untuk
mengangkat kisah ini ke layar film.

Tayang MetroTV Kamis, 04 Oktober 2007 22.05 WIB dan Minggu pukul
15.05 WIB

Komentar»

1. aRuL - Oktober 6, 2007

penen banget nontonnya..🙂

2. ardi - Oktober 6, 2007

bagus banget tuh buku..ampe nangis dan mata saya berkaca-kaca saat lihat Andrea bercerita tentang kisahnya.

3. lenijuwita - Oktober 6, 2007

Saya menahan kantuk saking pengen nontonnya, juga nangis, saat bu mus muncul di Kick Andy

4. Prajitno Notodarmo - Oktober 7, 2007

Saya sangat trenyuh sekali melihat Ibu Muslimah,begitu tulusnya

5. macanang - Oktober 8, 2007

udah baca bukunya tapi blom selesai, keren euy, padahal udah terbit sejak tahun 2005, tapi kenapa baru terkenal sekarang ya?

6. Ersis Warmansyah Abbas - Oktober 16, 2007

Waduh hebat euy … saya ketinggalan pasti

7. gunawan - Oktober 19, 2007

bagi yang berminat silahkan masuk ke site berikut klik di sini
atau email ke : jagungodak@telkom.net
HP. 03706641314

8. IS S - Oktober 29, 2007

SIFAT BU MUSLIMAH SEBAGUS & SEINDAH NAMANYA

9. sita sukma wardoyo - Februari 26, 2008

waw!!!
great…
babe nyuruh gue baca novel ini..
gue awalnya males..tapi karna penasaran.. pngn juga baca..
pengen deh liat filmnya..biar smua orng bisa liat betapa susahnya sekolah itu..
andrea..thanks..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: