jump to navigation

Kupu kupu dan Tambuli Agustus 2, 2006

Posted by lenijuwita in kumpulan cerpen.
trackback

 Yang Jelas dibacanya tidak membuat bosan, ketika kita pindah dari satu cerpen ke cerpen lain. Mungkin karena gaya bahasanya yang bagus atau karena selalu ada kejutan di setiap cerpennya.Lalu kenapa saya harus sebut ‘kejutan’, walaupun hal yang mengejutkannya (untuk saya) berbeda2 pada tiap cerpen.
Pada cerpen Kalla…”banyak pula manusia yang mengandaikan Tuhan sebagai sesuatu yang wajib memenuhi kebutuhan mereka. Dengan kemahakuasaan dan kemahapengasihan-Nya. Jadilah mereka manusia licik yang memilih-milih perintah dan larangan demi keuntungan materi.”Sindiran yang menyakitkan bukan? walaupun akhirnya menimbulkan kesadaran, yang mungkin tidak akan saya dapat bila baca murni buku religi.
Atau pada cerpen Sebuah Kota bernama Sepi, rasa itu saya pernah mengalaminya ketika untuk satu keperluan saya harus berada di kota metropolitan. Saat itu tidak mengerti kenapa harus tidak betah tinggal disana, jawabannya ada di cerpen ini. Yap, saya seperti hantu yang berkeliaran di siang bolong.
Cerpen Kupu-kupu, sebuah thema yang teramat sederhana, seorang gadis mungil berumur 8 tahun mengejar kupu-kupu. Yang membaca tentu akan heran untuk sebuah thema sesederhana itu, cerpennya begitu memikat.
Cerpen yang lain pun tak kalah bagus, tak heran para cerpenisnya pernah memenangkan lomba menulis tingkat nasional.Cuma ada yang saya heran kenapa Pengantar dari Ketua DKJ, Agus R Sarjono, menyebut para sastrawan tersebut dengan calon (dalam tanda petik) sastrawan? untuk cerpen-cerpen sebagus itu. Mungkin saya yang kurang cerdas untuk menterjemahkan arti dari “calon” sastrawan, untuk saya dengan bakat yang terlihat seperti itu, mereka layak disebut sastrawan tanpa didahului “calon”.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: